x

CATUR SAKTI: KETIKA POLISI, JAKSA, HAKIM, ADVOKAT JALAN BARENG

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Jul 2026 20:01 12 yudi andriyani

 

 

Oleh: Unang Margana

(Dosen, Ketua IKADIN Cianjur)

Unang Margana
Dalam permainan catur, kita mengenal kemenangan tidak pernah diraih oleh satu bidak saja. Raja tidak akan selamat tanpa Benteng. Menteri tidak akan efektif tanpa Kuda. Kemenangan adalah hasil kerja tim.

Saya meminjam analogi ini untuk menggambarkan penegakan hukum di negeri kita. Mari kita sebut sebagai “CATUR SAKTI”. Empat perwira utama yang nasibnya saling terkait: Polisi, Jaksa, Hakim, dan Advokat.

Sayangnya, yang sering kita lihat hari ini adalah 4 perwira ini main di papan dan dengan aturan yang berbeda-beda.

1. POLISI: KUDA YANG SERING NYASAR
Polisi adalah Kuda. Geraknya lincah, di garda depan, tugasnya membuka jalan. Tanpa Kuda yang gesit, permainan tidak akan dimulai.
Tapi sering kali Kuda ini terlalu cepat berlari. Bukti belum lengkap, berkas dikejar tayang. Ujungnya, di tengah jalan Kuda harus putar balik karena Jaksa minta dilengkapi. Waktu, tenaga, dan kepercayaan publik terbuang.

2. JAKSA: MENTERI YANG MENJADI PENENTU
Jaksa adalah Menteri. Paling kuat, paling menentukan arah serangan. Di tangannya ada kewenangan P18, P19, dan penuntutan.
Namun Menteri ini kerap bersikap sebagai “juri tunggal”. Maunya berkas sempurna dari awal. Padahal tugasnya bukan hanya menuntut, tapi juga mengawal agar perkara sampai ke meja Hakim dalam kondisi siap bertarung. Koordinasi dini dengan Kuda sering dianggap menurunkan wibawa.

3. HAKIM: RAJA YANG MENJADI SASARAN
Hakim adalah Raja. Tujuannya satu: keadilan. Tapi Raja ini paling sering diserang. Diserang dari berkas yang amburadul. Diserang dari putusan yang ditarik-tarik di media sosial. Diserang dari ekspektasi publik yang ingin cepat tapi juga ingin sempurna.
Raja menjadi lemah bukan karena tidak mampu, tapi karena Benteng dan perwiranya tidak melindunginya dari awal.

4. ADVOKAT: BENTENG YANG SERING DISALAHPAHAMI
Advokat adalah Benteng. Geraknya lurus, melindungi. Tugas konstitusionalnya adalah memastikan Raja, yaitu Rakyat, tidak diperlakukan sewenang-wenang. Memastikan prosesnya adil, bukan hanya hasilnya.
Tapi Benteng ini sering dianggap penghalang. “Pembela penjahat”. Padahal tanpa Benteng, Raja bisa mati kapan saja karena kesalahan prosedur.

LALU DIMANA MASALAHNYA? EGO SEKTORAL
Lihatlah. Kuda menyalahkan Menteri karena terlalu banyak maunya. Menteri menyalahkan Kuda karena kerjanya setengah-setengah. Raja menyalahkan keduanya karena mengirim perkara yang belum matang. Benteng disalahkan karena menjalankan tugasnya.
Masing-masing merasa paling benar. Masing-masing punya “istana” sendiri. Akibatnya? Rakyat yang jadi korban. Perkara bertele-tele, biaya membengkak, dan keadilan tertunda.

SOLUSINYA: BANGUN “WORKING RELATIONSHIP”
Negara tidak butuh 4 institusi yang hebat-hebatan. Negara butuh 1 tim yang solid. Ini yang saya sebut “Catur Sakti”.
1. Buang Ego: Polisi, ini bukan soal siapa yang salah. Ini soal bagaimana kita menang bersama. Jaksa, bantu Kuda dari awal. Advokat, jangan hanya menyerang. Kasih masukan agar prosesnya bersih.
2. Forum Koordinasi Rutin: Sebulan sekali, 4 pilar di satu daerah duduk bareng. Bukan untuk bagi-bagi perkara, tapi untuk menyamakan frekuensi. “Perkara ini kendalanya apa? Kita selesaikan bareng”.
3. Ingat Tujuan Akhir: Lawan kita bukan sesama penegak hukum. Lawan kita adalah ketidakadilan, kejahatan, dan ketidakpercayaan publik.

Hukum itu seperti catur. Butuh strategi, butuh pengorbanan bidak, dan butuh kerja sama tim. Tidak ada Kuda yang menang sendirian. Tidak ada Menteri yang skakmat tanpa bantuan.

PENUTUP
Bapak/Ibu Polisi, Jaksa, Hakim, Advokat yang saya hormati.
Papan catur keadilan ini milik Rakyat. Rakyat sedang menonton kita bermain.

Jika 4 perwira ini kompak, saling melindungi, dan bergerak untuk satu tujuan, maka yakinlah. Yang akan kita “skakmat” adalah ketidakadilan itu sendiri.

Dan pertanyaannya sekarang: Kapan kita mulai? Jawabannya: SEKARANG JUGA.

Cianjur, 23 Juli 2026

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x