x

Budidaya Ikan Sistem Bioflok Haji Ayin Cibarengkok

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Agu 2026 21:38 1 Wawan Kusmiran

CIANJUR – Inovasi budidaya ikan terus berkembang di pelosok desa. Haji Ayin, warga Kampung Rawa Kotok, Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, kini menjadi pelopor budidaya ikan dengan sistem bioflok di kampungnya.

Sistem bioflok sendiri masih terbilang baru bagi warga Cibarengkok. Selama ini kebanyakan warga masih mengandalkan budidaya di kolam tanah atau di sawah. Kehadiran bioflok yang dikelola Haji Ayin pun menarik perhatian warga sekitar.

Dalam satu unit bioflok, Haji Ayin menebar 700 bibit ikan. Yang unik, ia sengaja tidak membuat semua unit dengan ukuran yang sama. Ada yang besar, ada yang kecil. Tujuannya agar panen bisa dilakukan bertahap dan tidak bersamaan.

“Kalau ukurannya sama semua, nanti panennya bareng. Kalau beda-beda, jadi bisa gantian panen. Harga juga bisa lebih stabil,” ujar Haji Ayin saat ditemui di lokasi budidayanya.

Menurutnya, sistem bioflok punya banyak kelebihan. Lahan yang dibutuhkan tidak luas, penggunaan air lebih hemat, dan padat tebarnya bisa lebih banyak dibanding kolam biasa. Kotoran ikan juga diolah bakteri baik menjadi pakan tambahan, sehingga pakan bisa lebih efisien.

Langkah Haji Ayin ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi warga lain. Di tengah keterbatasan lahan dan air, budidaya bioflok bisa jadi solusi untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan desa.

Warga sekitar pun mulai banyak yang datang belajar. Tak sedikit yang penasaran dan ingin ikut mencoba sistem yang sama.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bisa menginspirasi pemuda dan warga lain untuk berani mencoba hal baru,” tutup Haji Ayin.**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x