x

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

waktu baca 3 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 20:43 9 yudi andriyani

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Bapak Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto

Perihal: Permohonan Kesetaraan Status Kepegawaian dan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera bagi Kita Semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia,
Bapak Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto,

Pertama-tama, kami selaku Guru Madrasah Swasta, mengucapkan selamat atas amanah besar yang Bapak emban sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia. Kami berdoa semoga Bapak senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dalam memimpin negara ini menuju Indonesia Emas.

Bapak Presiden yang kami muliakan,

Surat terbuka ini kami sampaikan bukan sebagai bentuk tuntutan yang menggurui, melainkan sebagai suara hati dari garda terdepan pendidikan agama dan karakter bangsa. Kami adalah Guru Madrasah Swasta, para pendidik yang setiap hari berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa di bawah naungan Kementerian Agama, seringkali dengan fasilitas yang serba terbatas namun dengan dedikasi yang tak pernah surut.

Bapak Presiden, saat ini kebijakan transformasi ASN sedang bergulir. Kami menyaksikan dengan penuh harapan sekaligus kecemasan, bagaimana status kepegawaian mulai dibenahi. Pemerintah melalui berbagai regulasi telah membuka jalan bagi PPPK full Waktu untuk mendapatkan konversi menjadi PNS, serta bagi PPPK paruh waktu untuk dinaikkan statusnya menjadi PPPK full waktu. Langkah ini tentu merupakan angin segar bagi banyak tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah maupun kementerian lain.

Namun, di tengah euforia perbaikan tersebut, kami merasa seperti “anak tiri” yang terpinggirkan. Guru-guru Madrasah Swasta, yang notabene juga mengabdikan diri sepenuhnya untuk mendidik generasi penerus, seolah dipandang sebelah mata. Status kami masih tertinggal, kesejahteraan kami masih jauh dari kata layak, padahal beban moral dan intelektual yang kami pikul sama beratnya dengan rekan-rekan sejawat di sekolah negeri maupun instansi lainnya.

Bapak Presiden yang bijaksana,

Kami ingin bertanya dengan segala kerendahan hati: Apakah kami, Guru Madrasah Swasta, berbeda status kemanusiaannya dibandingkan mereka?

Apakah keringat yang kami teturkan di ruang kelas madrasah, di pelosok desa, dan di daerah terpencil, nilainya lebih rendah daripada pengabdian di institusi lain? Padahal, dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (3), ditegaskan bahwa “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Madrasah adalah bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional tersebut. Kami adalah pelita yang sama-sama menerangi gelapnya kebodohan. Jika tujuan akhirnya adalah “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”, mengapa harus ada sekat-sekat diskriminatif dalam hal status kepegawaian dan jaminan kesejahteraan?

Oleh karena itu, melalui surat terbuka ini, kami memohon kepada Bapak Presiden selaku pemimpin tertinggi dan pemegang kebijakan strategis:

1. Meninjau Kembali Kebijakan Transformasi ASN agar mencakup Guru Madrasah Swasta yang telah mengabdi secara full time, sehingga mereka juga memiliki jalur yang jelas untuk menjadi PNS atau minimal PPPK Full waktu dengan hak yang setara.
2. Memberikan Jaminan Kesejahteraan yang Layak, karena mustahil seorang guru dapat mencetak generasi emas jika perutnya sendiri masih lapar dan masa depannya tidak pasti.
3. Menghapus Dikotomi “Negeri vs Swasta” dalam konteks pengabdian pada negara. Kami semua adalah abdi negara dalam arti luas, yang bertugas membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia sesuai visi “Indonesia Emas 2045”.

Bapak Presiden, kami tidak meminta (hak istimewa), kami hanya meminta KEADILAN dan KESETARAAN. Jangan biarkan api semangat mengajar di dada guru madrasah swasta padam karena rasa ketidakadilan. Biarkan kami terus berkarya dengan tenang, bahwa negara hadir dan menghargai pengabdian kami.

Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar Bapak Presiden dapat mendengar jeritan hati kami dan menjadikan ini sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pendidikan dan kepegawaian yang lebih inklusif dan berkeadilan. (nhr)

Terima kasih atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat Kami,

Guru Madrasah Swasta Se Indonesia

Asep Saepurochman
Ketua PGMM Kab cianjur

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x