MENU Rabu, 03 Jun 2026
x

IBADAH KURBAN DAN SOLUSI KRISIS MENTAL

waktu baca 4 menit
Jumat, 22 Mei 2026 21:03 21 yudi andriyani

Oleh : Ayi Mamduh, S.Ag., M.Pd (Sekretaris 4 MUI Kabupaten Cianjur)

Beberapa hari lagi, pekik takbir akan membahana di seluruh penjuru negeri. Namun, ketahuilah bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan lalu membakar dagingnya. Hari raya idulqurban adalah hari penegasan iman. Hari di mana kita dituntut untuk meniru ketegasan Nabi Ibrahim AS dan ketulusan Nabi Ismail AS dalam menundukkan hawa nafsu demi perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surat As-Saffat ayat 102:

قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Dia (Ismail) berkata, ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.”

Perhatikan kalimat tersebut! Tidak ada keraguan, tidak ada tawar-menawar, dan tidak ada keluhan. Itulah mentalitas seorang mukmin sejati ketika berhadapan dengan ujian kehidupan.

Mari kita tatap realitas umat hari ini dengan mata hati yang jujur. Di balik megahnya perayaan hari raya, masyarakat kita sedang digerogoti oleh penyakit mental dan moral yang sangat akut akibat arus digital. Kita wajib bersuara tegas dan bertindak nyata menghadapi tiga ancaman besar berikut ini:

1. Hancurkan Ilusi Judi Online dan Jeratan Pinjol!

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa kesuksesan dan berkah hanya bisa diraih lewat pengorbanan, kerja keras, dan proses yang panjang. Namun apa yang terjadi di era digital saat ini? Banyak dari kita yang kehilangan akal sehat dan tergiur oleh ilusi kekayaan instan.
Judi online telah merasuk ke kantong-kantong keluarga Muslim, merusak masa depan pemuda, bahkan menghancurkan keharmonisan rumah tangga. Ketika modal habis, mereka lari ke pinjaman online (pinjol) ilegal. Ini adalah lingkaran setan! Lubang kehancuran yang digali sendiri oleh tangan-tangan manusia yang serakah.
Dengarkan ancaman Allah SWT yang sangat tegas dalam Surat Al-Ma’idah ayat 90:

يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”

Jangan pernah sepelekan ayat ini! Judi bukan sekadar permainan, judi adalah taktik setan untuk memiskinkan mental, harta, dan iman Anda. Segera sembelih ego dan nafsu instan tersebut sebelum terlambat!

2. Atasi Krisis Kesehatan Mental dengan Tauhid, Bukan Pelarian Haram!

Gaya hidup pamer di media sosial, tekanan ekonomi, ditambah beban utang akibat judi dan pinjol, telah memicu krisis kesehatan mental yang luar biasa. Angka stres, kecemasan akut, depresi, hingga kasus bunuh diri meroket tajam.
Mengapa ini terjadi? Karena manusia modern mencari ketenangan di tempat yang salah. Mereka lari ke meja judi digital, aplikasi pinjaman, atau kesenangan semu untuk mengobati batin yang sepi. Padahal, obat dari segala kegelisahan jiwa hanyalah berserah diri total (tawakal) kepada Allah, seperti yang dicontohkan keluarga Nabi Ibrahim.

Dari sahabat Abu Yahya Shuhaib bin Sinan,
Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits riwayat Imam Muslim, betapa kuatnya mental seorang mukmin:
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ … إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik… Jika mendapat kesenangan dia bersyukur, itu baik baginya. Jika mendapat kesusahan dia bersabar, itu baik baginya.” (Kitab Shahih Muslim Nomor 2999)

Jiwa yang sehat adalah jiwa yang rida atas ketetapan Allah, yang tidak mendikte Allah dengan ketamakannya, dan yang selalu mencari jalan keluar yang halal dari setiap jepitan ujian kehidupan.

3. Gerakan Kurban sebagai Pemutus Arus Keserakahan Ekonomi

Hari ini Islam memberi jawaban konkret atas masalah ekonomi. Daripada uang Anda dibakar habis di mesin judi online yang hanya memperkaya bandar, Allah memerintahkan Anda untuk memotong hewan kurban. Alirkan uang Anda untuk membantu tetangga yang kelaparan, berikan gizi kepada anak-anak miskin di sekitar kita. Inilah solidaritas sosial sejati yang mengikis kesenjangan dan membersihkan penyakit hati.

Apapun yang telah dikorbankan Ibrahim “menyembelih” Ismail, yang kemudian diperingati kaum muslimin di seantero dunia adalah peringatan keras bagi kita semua. Jangan pulang dari lapangan atau masjid ini tanpa membawa komitmen perubahan!
Pulanglah ke rumah, periksa gawai anak-anak kita, periksa aliran keuangan keluarga kita. Pastikan tidak ada satu rupiah pun uang haram dari hasil judi online yang masuk ke dalam perut keluarga kita. Bentengi kesehatan mental keluarga kita dengan kasih sayang, komunikasi yang intim, serta keteguhan iman. Hidup qana’ah dan miskin di mata manusia jauh lebih mulia daripada terlihat kaya di media sosial namun hancur dan hina di hadapan Allah SWT.
Mari kita tundukkan kepala, satukan hati, dan berdoa memohon kekuatan dari Allah SWT.

Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari keserakahan duniawi. Jauhkanlah diri kami, anak-cucu kami, dan seluruh masyarakat kami dari lingkaran maksiat judi online dan jeratan utang riba yang membinasakan. Karuniakanlah ketenangan pada jiwa yang sedang cemas, angkatlah beban mental yang menghimpit, dan penuhilah rumah tangga kami dengan keberkahan rezeki yang halal.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x