x

Zuhud dan Qanaah, Sifat Hati yang (Harusnya) Menghiasi Jiwa Pejabat

waktu baca 3 menit
Selasa, 4 Agu 2026 14:01 6 Wawan Kusmiran

Oleh : Ahmad Sutardi

Secara linguistik, Zuhud mengindikasikan sikap tidak terpaut pada hal-hal duniawi dan merasa cukup dengan apa yang ada, tanpa mengejar hal-hal yang berlebihan atau melampaui kebutuhan dasar.

Sedangkan Qanaah secara ringkas mengandung arti mengajarkan seseorang untuk merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhi sifat serakah.

Kedua sifat hati ini saling melengkapi membangun fondasi kuat pribadi seorang muslim, termasuk pribadi pejabat yang diserahi amanah mengurus sendi-sendi konstitusi negeri ini.

Kedua sifat ini menjadi perhiasan yang amat berharga. Seorang muslim hendaknya mampu menjaga marwah kemuslimannya dalam bersikap terhadap harta. Jika harta menjadi paling utama, maka ia akan diperbudak harta. Ini berbahaya.

Kenyataannya, sangat sulit kita mendapat gambaran pejabat yang Qonaah dan Zuhud tersebut. Mereka justru memanfaatkan waktu ketika diberi jabatan untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya.

Bahkan, jangankan sang pejabatnya, istrinya pun kini ramai-amai pamer harta di media sosial. Padahal publik tahu dari mana asal harta itu diperoleh.

Pamer harta atau “flexing” para pejabat  atau istri dan anaknya, saat ini seperti sudah jadi trend, tak peduli rakyat banyak mencibir karena tengah merasakan penderitaan akibat minimnya harta.

Pejabat yang tidak Zuhud dan Qonaah cenderung tidak empatik akan penderitaan masyarakat sekitar. Mereka mungkin berpikir karena susah mendapatkan jabatan yang disandangnya.

Mungkin jabatannya didapat dari hasil KKN, sehingga perlu dana banyak untuk  balik modal dan surplus penghasilan selama jabatan disandang.

Mungkinkah sangat sulit kini mendapatkan pejabat yang hatinya dihiasai Zuhud dan Qonaah? Jawabannya ya sangat sulit. Pejabat yang memiliki jiwa ini seperti mencari jarum dalam jerami. Meskipun, mungkin ada,  tapi jumlahnya dipastikan kalah banyak dengan pejabat yang rakus, serakah, dan diperbudak harta.

Tipikal pejabat yang tidak Qonaah dan tidak Zuhud, hidupnya diperbudak dan tidak puas akan harta. Jiwanya dikuasai napsu duniawi. Pegang duit banyak, harta berlimpah, kekuasaan jadi senjata, adalah mainan sehari-hari. Sehari tidak dapat duit sesuai target, hati jadi panas. Jiwa tidak tentram. Gelisah…

Gambaran di atas adalah manusia yang tidak pandai bersyukur. Zuhud dan Qanaah tidak hadir dalam hatinya. Kesenangan duniawi menjadi teman setianya. Ketika di penjara atau raga berpisah nyawa, baru penyesalan datang kemudian.

Dalam konteks ini, Allah SWT sesungguhnya telah mengingatkan kita agar tidak terjerat nafsu duniawi dan mengabaikan kehidupan di akhirat, seperti tersirat dalam QS. Al-Hadid: 20:”. …Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya”

Selanjutnya, Allah SWT mengingatkan kita bahwa dunia hanyalah kesenangan kecil dibanding akhirat lewat QS. Ar-Ra’d: 26 “…Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia dibandingkan  akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).”

Sementara itu, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengisi jiwa dengan sifat Zuhud dan Qanaah seperti terdapat dalam Hadisnya:”Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah, shahih)

Dari keterangan di atas dapat ditarik benang merah, sesungguhnya siapapun, baik pejabat atau masyarakat biasa, sejatinya harus selalu menghadirkan sifat Zuhud dan Qonaah dalam kehidupannya sehari-hari.

Agama tidak melarang  hidup berkecukupan, harta melimpah dan jabatan yang strategis. Tapi harta dan jabatan tersebut sebaiknya dikelola dengan bijak.

Semua dijalankan atas regulasi yang ada dibentengi dasar-dasar agama yang kuat: amanah, istiqomah, akhlakul kharimah dan selalu melihat untuk kepentingan umat.

Jika jabatan selalu dihiasi sifat Zuhud dan Qonaah maka jabatannya tersebut Insya Allah berkah dan akan menemani sang pejabat dengan beribu kebaikan di dunia  sampai akhirat kelak. Subhanallah…

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x