x

Mengenal Tahapan Akreditasi agar Sekolah Anda Terakreditasi Sesuai Harapan

waktu baca 4 menit
Rabu, 12 Agu 2026 16:14 10 yudi andriyani

Oleh : Ahmad Sutardi

Proses Akreditasi Sekolah saat ini tengah dilaksanakan di berbagai satuan pendidikan. Di Jawa Barat sebagai contoh, sekolah/madrasah sasaran 2026 berjumlah 3.834, terdiri atas jenjang PAUD 500 lembaga, Dikdasmen 2680 lembaga, Kesetaraan 654 lembaga. Di masing-masing provinsi kuota sekolah sasaran tersebut jumlahnya variatif.

 

Terkait itu, semua sekolah sasaran sebaiknya  memperhatikan tahapan pelaksanaan akreditasi agar proses kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

 

Tahap Persiapan: Pembentukan Tim Akreditasi Internal terdiri atas guru-guru yang memahami instrumen akreditasi dan memiliki komitmen dalam melaksanakan kegiatan akreditasi, mengikuti sosialisasi pelaksanaan akreditasi yang diselenggaran BAN-PDM, dan mengikuti training singkat memahami instrumen akreditasi.

 

Tahap Evaluasi Diri: Tim Akreditasi menyusun beragam instrumen bukti kegiatan sekolah yang dibutuhkan di saat visitasi. Dokumen tersebut terdiri atas dokumen aktivitas guru,pembelajaran, manajemen sekolah berupa dokumen aktivitas kinerja kepala sekolah, iklim sekolah, dan dokumen hasil evaluasi belajar berupa Rapor Pendidikan Sekolah.

 

Selanjutnya dokumen yang telah diinventarisir tersebut diunggah  di aplikasi SISPENA (Sistem Penilaian Akreditasi) Sekolah.

 

Dokumen yang wajib diunggah adalah: Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), Kalender Akademik, Sampel RPP/Modul Ajar, dan Foto/Video Lingkungan Belajar. Dokumen tersebut dan dokumen lainnya disimpan untuk diperlihatkan pada waktu visitasi asesor.

 

Tahap Visitasi: Tahapan kunjungan asesor ke sekolah untuk memvalidasi dokumen kegiatan sekolah. Metode pengumpulan data yang dipakai  asesor saat visitasi adalah  wawancara, studi dokumentasi, observasi PBM dan lingkungan sekolah. Sasaran wawancara : kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, murid, orangtua, dan komite sekolah.

 

Dalam tahap visitasi inilah puncak dari kegatan akreditasi di sekolah. Agar visitasi yang dilakukan asesor berjalan lancar, maka Tim Akreditasi Internal harus memperhatikan roundown visitasi asesor dan materi yang harus disiapkan.

Kegiatan visitasi berlangsung dua hari. Khusus untuk PAUD/TK selama satu hari. Hari pertama berisi pembukaan, observasi PBM, observasi lingkungan dan wawancara kepala sekolah serta guru dan tenaga kependidikan.

 

Hari kedua wawancara murid, orangtua, dan komite sekolah, dilanjutkan penggalian data dokumen yang diperlukan. Jika semua penggalian dokumen, observasi  dan wawancara telah rampung, asesor melakukan evaluasi hasil visitasi dan rekomendasi sekaligus penutupan kegiatan visitasi.

 

Dokumen dan materi yang akan digali asesor melalui wawancara, studi dokumen dan observasi fokus pada  area-area kinerja yang terbukti berdampak langsung pada pengalaman belajar dan perkembangan murid.

 

Area tersebut berupa kepemimpinan sekolah, kinerja pendidik dalam PBM, iklim lingkungan belajar, dan hasil belajar murid.

 

Oleh karena itu, empat area ini hendaknya mendapat perhatian khusus untuk disiapkan secara maksimal. Bukti kinerja yang disiapkan maksimal biasanya akan memberi keyakinan asesor untuk melakukan penilaian yang maksimal. Sebaliknya jika disiapkan asal-asalan, hasilnya juga kemungkinan tidak sesuai dengan harapan.

 

Tahap berikutnya, sekolah tinggal menunggu hasil akreditasi yang akan diumumkan BAN PDM setelah melalui proses verifikasi, validasi, dan penetapan hasil yang dilakukan BAN-PDM dalam rentang waktu yang telah ditentukan.

 

Dalam pelaksanaan akreditasi tahun 2026 ini, nampaknya instrumen yang dipakai masih menggunakan IASP 2024 versi 2025. Instumen Akreditasi ini sebagai pedoman asesor dalam melakukan penilaian sekolah di aplikasi SISPENA.

 

Fitur instrumen akreditasi pegangan asesor tersebut terdiri atas : Definisi operasional indikator untuk kejelasan pengukuran, Rubrik Penilaian untuk 4 kategori (kurang, cukup baik, baik dan sangat baik), Manual penggalian data untuk asesor,  Agenda Visitasi untuk membantu asesor mengelola pengambilan data dalam durasi 2 hari, dan  Lembar Kerja untuk pencatatan data dan penilaian untuk asesor.

 

Sementara isi instrumen akreditasi tersebut adalah : Komponen Iklim Lingkungan Belajar 5 butir dan 20 indikator. Komponen Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan 5 butir dan 22 indikator.

 

Komponen Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan 4 butir dan 18 indikator. Komponen Hasil Belajar berupa dokumen Rapor Pendidikan.

 

Komponen 1-3 digali oleh asesor pada saat visitasi, dan  hasilnya dituangkan ke dalam aplikasi SISPENA asesor. Selanjutnya, nilai akhir akreditasi ditentukan hasil penilaian asesor di SISPENA digabungkan dengan Rapor Pendidikan Sekolah  secara otomatis melalui sistem yang ada di  BAN PDM.

 

Jika hasil akreditasi ingin maksimal, maka komponen yang akan divisitasi oleh asesor dan Rapor Pendidikan milik sekolah, sebaiknya dipersiapkan secara maksimal.***

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x