MENU Rabu, 03 Jun 2026
x

Cegah Penyakit Tidak Menular, Dinkes Sukabumi Gaungkan Gerakan Hidup Sehat di Jampangkulon

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 20:35 9 yudi andriyani

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menggelar Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) 2026 di GOR Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Jum’at, 22 Mei 2026. Kegiatan ini berfokus pada pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penguatan layanan kesehatan preventif, terutama di kalangan pelajar dan keluarga.

Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kabupaten Sukabumi, Cucu Sumintardi, mengatakan kampanye ini menjadi langkah strategis menekan angka penyakit tidak menular (PTM) yang kasusnya terus meningkat.

“Saya mewakili Dinkes Kabupaten Sukabumi mengadakan kampanye hidup sehat di Kecamatan Jampangkulon hari ini. Alhamdulillah, antusiasme warga sangat tinggi,” ujar Cucu.

Ia menegaskan, hasil survei kesehatan menunjukkan PTM seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes melitus masih mendominasi angka kesakitan di Sukabumi.

“Bagaimana kita menurunkan angka kesakitan PTM? Kuncinya membudayakan perilaku hidup sehat. Mulai dari rutin berolahraga, cek kesehatan berkala, hingga memperbanyak konsumsi buah dan sayur,” jelasnya.

Cucu menambahkan, pesan utama yang disampaikan kepada warga Jampangkulon adalah komitmen dan konsistensi. “Implementasi Kampanye Germas butuh sinergi multisektor. Kami menggandeng sekolah, puskesmas, hingga organisasi mitra agar pesan hidup sehat benar-benar sampai ke pelajar dan keluarga,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial semata. “Semoga gerakan ini menjadi kebiasaan harian warga Jampangkulon. Setelah acara ini, kami dorong masyarakat terus mengadakan kegiatan positif untuk berperilaku hidup sehat,” tutup Cucu.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jampangkulon, Yogi, menyebut kampanye Germas di wilayahnya telah selesai dilaksanakan dengan lancar.

“Maksud dan tujuannya untuk membudayakan perilaku hidup sehat. Karena yang paling penting itu konsisten dan menjadikannya budaya. Itu yang paling sulit,” kata Yogi.

Menurutnya, sebagian masyarakat sebenarnya sudah melakukan aktivitas hidup sehat seperti olahraga, cek kesehatan, serta makan buah dan sayur. Namun, hal tersebut belum dilakukan secara berkesinambungan.

“Harapan kami, perilaku hidup sehat bisa menjadi kebiasaan atau rutinitas warga. Pesan saya, mulailah hidup sehat dari diri kita sendiri,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x