x

Inspiratif : Abah Encep Jualan Coet Kayu Lewat Medsos, Omzet Tembus Jutaan Rupiah

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Jul 2026 08:59 9 Wawan Kusmiran

Cianjur, – Siapa sangka alat dapur tradisional seperti coet, dulang, mutu, dan lulumpang dari kayu bisa jadi ladang rezeki jutaan rupiah. Itu yang dibuktikan Abah Encep, warga Kampung Gelarwangi, Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.

Berawal dari iseng jualan di media sosial, kini pesanan coet kayu buatan Abah Encep datang dari berbagai daerah. Pemasaran dilakukan lewat Facebook, TikTok, hingga WhatsApp.

“Awalnya mah cuma nyoba-nyoba posting di FB. Eh ternyata loba nu nanya. Terus aya anu mesen lewat WA. Ti dinya tiasa nyebar oge,” cerita Abah Encep.

Menurut Abah Encep, produk yang paling banyak dicari yaitu coet kayu, dulang, mutu atau ulekan, dan lulumpang. Harganya terjangkau dan bahannya alami, jadi banyak ibu-ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM kuliner yang minat.

Sayangnya, tingginya permintaan belum bisa diimbangi dengan kapasitas produksi.

“Pesanan mah alhamdulillah tinggi. Tapi barangna kurang, soalna alat-alat anu dipiboga masih terbatas. Alat na oge manual sadayana,” ujarnya.

Dalam sebulan, Abah Encep mengaku bisa menghasilkan omzet jutaan rupiah. Angka yang cukup besar untuk pengrajin di kampung.

Melihat potensi ini, Abah Encep berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya dinas terkait.

“Upami tiasa mah dipasihan bantosan alat. Supados tiasa ngagedean produksi. Supados tiasa nyerep tenaga kerja di kampung oge,” harapnya.

Kisah Abah Encep jadi bukti bahwa produk lokal dan tradisional masih punya pasar. Ditambah kekuatan media sosial, pengrajin kampung pun bisa tembus pasar lebih luas dan mendatangkan penghasilan. Sekalipun jarak lokasi berkisar seratus sepuluh kilo lebih dari pusat kota Cianjur. (WK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x