x

KHUTBAH JUMAT Tema: Spirit Muharram dan Hari Bhayangkara: Berhijrah Menuju Masyarakat yang Aman, Tertib, dan Beradab

waktu baca 4 menit
Kamis, 2 Jul 2026 12:40 20 Wawan Kusmiran

 

 

 

Penulis : H. Ayi Mamduh, S.Ag., M.Pd

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU, Sekretaris 4 MUI Kab. Cianjur.

Ayi Mamduh, S.Ag., M.Pd

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,
Marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, Islam, serta kesehatan, sehingga kita bisa berkumpul di rumah-Nya yang mulia ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib selaku sesama hamba Allah berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kita. Melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Saat ini, kita berada di paruh akhir bulan Muharram, salah satu bulan yang suci (asyhurul hurum). Di saat yang bersamaan, bangsa kita juga baru saja memperingati Hari Bhayangkara. Jika kita renungkan secara mendalam, ada titik temu yang sangat indah antara nilai spiritual bulan Muharram dengan semangat ketertiban yang diusung dalam Hari Bhayangkara. Kedua momentum ini sama-sama mengajak kita pada satu coretan penting: Menciptakan kedamaian dan keamanan melalui transformasi diri (Hijrah).

Islam adalah agama yang sangat mencintai kedamaian. Kata “Islam” itu sendiri seakar dengan kata As-Salam yang berarti selamat, aman, dan damai. Tidak akan mungkin sebuah negeri bisa beribadah dengan tenang, mencari nafkah dengan tenteram, dan mendidik anak cucu dengan baik, tanpa adanya nikmat keamanan.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam sebuah hadis:

“Barangsiapa di antara kalian mendapati pagi hari dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia dan seisinya telah dianugerahkan kepadanya.” (HR. Tirmidzi).

Hadis ini mengajarkan kita bahwa rasa aman adalah fondasi utama kebahagiaan hidup.
Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,
Lalu, bagaimana kita mewujudkan keamanan dan ketertiban tersebut di tengah masyarakat kita hari ini? Bulan Muharram memberikan jawabannya melalui konsep Hijrah.
Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan perpindahan mental dan perilaku. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Seorang muslim yang sejati adalah orang yang lidah dan tangannya tidak merugikan muslim lainnya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari).

Dalam konteks kehidupan kekinian saat ini, menjaga ketertiban masyarakat berarti kita harus berhijrah dari perilaku-perilaku merusak:

1. Hijrah dari penyakit sosial: Kita harus membentengi diri dan keluarga dari jeratan judi online, narkoba, dan pinjaman online ilegal yang sedang marak menghancurkan ekonomi dan mental keluarga.

2. Hijrah dalam dunia digital: Berhenti menyebarkan hoaks, ujaran kebencian (hate speech), dan fitnah di media sosial. Ketertiban hari ini tidak hanya di jalan raya, tetapi juga di jagat maya.

3. Hijrah menjadi warga negara yang taat: Mematuhi aturan hukum yang berlaku, menjaga toleransi, dan mengedepankan musyawarah jika terjadi gesekan antarwarga.

Tugas menjaga keamanan (kamtibmas) bukanlah tugas kepolisian semata. Kepolisian bertindak sebagai penegak hukum dan pengayom, namun fondasi utamanya ada di dalam dada setiap mukmin. Ketika setiap individu memiliki self-policing (pengawasan diri) karena takut kepada Allah, maka ketertiban umum akan terwujud dengan sendirinya.
Mari kita jadikan sisa bulan Muharram ini dan semangat Hari Bhayangkara sebagai pemantik bagi kita semua untuk menjadi pelopor kebaikan, pelopor ketertiban, dan pelopor perdamaian di lingkungan kita masing-masing.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
—————–KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَإِخْوَانِهِ.

Jamaah yang Dirahmati Allah,
Marilah kita mengakhiri khutbah ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di hari Jumat yang penuh berkah dan di bulan Muharram yang mulia ini, mari kita ketuk pintu langit agar daerah kita, institusi penegak hukum kita, dan negara kita tercinta selalu dijaga oleh Allah dalam kedamaian.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

Ya Allah, Pencipta Keamanan dan Kedamaian,
Jagalah negeri kami Indonesia. Jadikanlah negeri kami tempat yang aman, tenteram, makmur, dan penuh keberkahan. Bersihkanlah lingkungan kami dari penyakit judi, narkoba, kejahatan, serta fitnah yang memecah belah bangsa.
Ya Allah,
Berikanlah kekuatan, petunjuk, dan integritas kepada para pemimpin kami, aparatur keamanan kami, khususnya Kepolisian Republik Indonesia di Hari Bhayangkara ini, agar mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh amanah, adil, mengayomi rakyat, dan selalu berada di jalan yang Engkau ridhai.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x