MENU Minggu, 28 Jun 2026
x

Kawal Program MBG Prabowo, Elang 3 Hambalang Cianjur Desak Penguatan Mutu dan Pemberdayaan UMKM

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Jun 2026 19:50 7 Wawan Kusmiran

CIANJUR – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Elang 3 Hambalang Cianjur menegaskan komitmennya dalam mengawal ketat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah taktis ini dibuktikan melalui kehadiran resmi jajaran pengurus dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, guna memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan tanpa penyimpangan.

Rakor yang mengagendakan evaluasi dan teknis pelaksanaan MBG ini dihadiri langsung oleh Ketua DPK Elang 3 Hambalang Cianjur, Hasbi, bersama Sekretaris H. Eman Sulaeman, mewakili Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Jawa Barat selaku pemegang wilayah hukum.
Kehadiran lembaga ini sekaligus menegaskan legalitas eksistensinya yang telah resmi terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Cianjur.
Pantau Asta Cita, Apresiasi Tanpa Celah di Sindangbarang.

Sebagai lembaga yang memosisikan diri sebagai pemantau resmi Program Asta Cita, Elang 3 Hambalang memberikan rapor hijau khusus untuk wilayah Kecamatan Sindangbarang. Hingga saat ini, pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut dinilai kondusif dan bersih dari insiden krusial (Kelebihan Luar Biasa) yang sempat mendera beberapa wilayah lain di Indonesia.

“Tugas utama kami adalah memastikan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mendarat dengan tepat sasaran, salah satunya lewat program MBG ini. Untuk Sindangbarang, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Koordinator Kecamatan selaku perpanjangan tangan Badan Gizi Nasional yang responsif dan komunikatif,” tegas Hasbi dalam rilis resminya.

Tiga Desakan Utama: Mutu Gizi, UMKM, dan Antisipasi Krisis Informasi
Kendati berjalan lancar, DPK Elang 3 Hambalang Cianjur mengeluarkan tiga poin instruksi dan desakan penting guna menjaga keberlanjutan program:
Standardisasi Gizi: Kualitas menu tidak boleh menurun demi mengejar kuantitas. Pemenuhan gizi terbaik wajib dipertahankan untuk mencapai target nasional penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas SDM.
Wajib Berdayakan UMKM: Dapur MBG dilarang mematikan ekonomi lokal. Kebutuhan logistik wajib menyerap potensi UMKM dan petani di sekitar lokasi operasional dapur guna menggerakkan ekonomi arus bawah.
Mitigasi Krisis Media Sosial: Setiap keluhan atau aspirasi masyarakat harus direspons dalam hitungan jam. Di era digital, kelambatan penanganan administrasi dapat menjadi bola liar di media sosial yang berpotensi mendistorsi citra program nasional.

Program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan pilar strategis negara untuk memotong mata rantai stunting dan mempersiapkan generasi emas. Oleh karena itu, pengawasan di tingkat tapak seperti di Sindangbarang akan terus diperketat secara berkala.

DPP Jawa Barat pun menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah hak mutlak anak-anak bangsa yang dibiayai oleh uang negara. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi kelalaian, pemotongan anggaran, ataupun penurunan kualitas gizi.

Bersama seluruh jajaran DPK di Jawa Barat akan terus bertindak sebagai mata dan telinga publik. Kami mendukung penuh kelancaran program ini, namun kami juga tidak akan segan-segan bersuara lantang dan menindaklanjuti secara hukum jika menemukan adanya indikasi penyelewengan di lapangan. Kesuksesan Asta Cita di Jawa Barat adalah harga mati.**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x